Khasiat Batu Akik Bloodstone Bagi Pemiliknya

Baca Cepat [Tampilkan]
Bloodstone dalam bahasa Yunani disebut sebagai Heliotrope , yang lebih dikenal di indonesia dengan sebutan " Batu Darah" adalah merupakan jenis batu permata dari keluarga Jasper Chalcedony yang memiliki warna Dasar Hijau dan spot warna Kemerahan. Batu Bloodstone merupakan jenis Batu yang sangat digemari oleh umat kristiani, dimana dalam mitos terjadinya bloodstone adalah ketika Yesus Kristus Disalibkan di bukit golgota , Darah penyaliban mengalir melalui kaki Yesus Kristus dan menetes ke Batu Jasper Berwarna Hijau. Darisana lah asal usul terbentuknya Batu Darah atau Bloodstone ini dan Batu ini juga disebut Sebagai " Le Sang Du Christ " .


Khasiat Batu Bloodstone
Gambar batu bloodstone (sumber : google.com)

Batu Bloodstone yang berkualitas baik adalah yang memiliki Dasar hijau yang pekat dengan Percikan Warna Merah yang kontras di permukaannya, terkadang dibarengi dengan Warna Coklat atau kekuningan yang merupakan variasi warnanya. Umumnya batu ini Opaque atau tidak Tembus Cahaya, tetapi ada Kualitas Langka yang Translucent yang Tembus oleh Cahaya adalah sangat Berharga. Di Market sering terdapat salah Kaprah tentang Bloodstone , ada jenis yang dikatakan berwarna hitam dan apabila digoreskan ke piring putih maka akan meninggalkan jejak gores berwarna kemerahan, itu adalah Batu Hematite tepatnya bukanlah Bloodstone. Juga ada jenis Carnelian merah yang disebut Batu Darah adalah berbeda dengan Bloodstone yang sebenarnya dalam Gemology.

Khasiat batu bloodstone :

Bagi yang percaya, konon bloodstone ini digunakan untuk menghentikan pendarahan terutama mimisan. Bloodstone ini digunakan untuk sirkulasi dari seluruh energi di tubuh dan membantu untuk menghapus blok energi. Bloodstone digunakan dalam keselarasan semua pusat tubuh. Bahkan saat ini, ditumbuk halus bloodstone digunakan sebagai obat dan afrodisiak di India. Mungkin itu menjelaskan mengapa sekarang agak sulit untuk menemukan spesimen denda bloodstone di pasar.

Bloodstone atau batu nogo sui banyak ditemukan di India, Brazil, Australia, Amerika serikat. Dan di Indonesia batu ini hanya terdapat di daerah kaki Gunung Slamet, dan di sepanjang sungainya dahulu ditemukan banyak batu nogo sui yang berserakan. Karena pertambangan dan pengambilan batu ini yang dilakukan secara terus menerus, sehingga menyebabkan kelangkaan batu nogo sui.

Karena batu nogo sui adalah batu yang diyakini sebagai batu terpercik darah kristus ketika di salib, makanya Orang Prancis menamakan nogo sui dengan sebutan Le Shang Du Christ (batu darah kristus). Sehingga batu nogo sui dianggap sacral oleh orang-orang nasrani (Kristen). Orang Yunani menyebut batu ini dengan Heliotrope, dan sejak dulu digunakan sebagai penangkal kekuatan iblis. Bloodstone merupakan lambang akan kebenaran dan keadilan. Serta dikenal sebagai ‘batunya para pejuang’ karena biasanya dipakai sebagai acsesoris pada perisai, pedang, dan baju zirah.

Para pejuang dulu membawa kerikil bloodstone ketika akan berperang selain untuk meningkatkan keberanian tetapi juga sebagai penyembuhan terhadap luka yang ditimbulkan ketika perang. Ketika batu itu disentuhkan kepada luka, maka darang yang mengalir dari luka tersebut akan berhenti. Pada abad pertengahan, banyak orang memanfaatkan batu ini sebagai sarana penyembuhan. Mereka akan menumbuk bloodstone hingga menjadi bubuk halus. Kemudian dicampur dengan telur dan madu diminum, berkhasiat untuk menyembuhkan tumor. Dan membuat pasta dari tumbukan bloodstone untuk menyembuhkan pendarahan dengan menggosokkan pada luka.

Bloodstone dikenal juga dengan sebutan "Batunya Para Pejuang", hal ini disebabkan karena batu ini sering digunakan oleh pejuang sebagai aksesoris senjata ataupun pedang, baju zirah dan perisai. Dahulu kala para pejuang sering membawa kerikil - kerikil dari Bloodstone karena dipercaya memiliki manfaat ataupun khasiat efek penyembuhan yang cepat yang dapat membuat luka segera berhenti. Meranjak pada abad pertengahan, batu Bloodstone ini digunakan sebagai obat penyembuh kangker dengan cara menumbuk batu ini menjadi bubuk kemudian dicampurkan dengan berbagai macam bahan lainnya. Secara ilmiah batu Bloodstone atau Batu akik Naga Sui memiliki nama Heliotrope yang merupakan kelompok chalcedony (ryptocristalline antara kuarsa dan monoclynic polymorph moganite). Naga Sui yang terkenal memiliki warna hijau serta memiliki inklusi dari iron oxide jasper merah, sehingga Bloodstone ataupun Naga Sui ini adalah gabungan dari chalcedony hijau dengan jasper merah. Terkadang inclusi dari jasper itu sendiri tidak melulu berwarna merah, ada juga inclusi dari jasper tersebut yang memiliki warna kekuningan, cokelat, kelabu dan hitam.

Di Indonesia, batu ini terbentuk pada saat zaman miosen atas yaitu berkisar antara 5 - 10 juta tahun yang lalu, hal ini dapat diketahui berdasarkan umur absolute dari kandungan mineralnya sendiri. Batu Naga Sui ini memiliki kekerasan antara 7 - 7,5 skala mohs, cukup keras memang, maka dari itu jika anda ingin menyimpan batu ini dengan batu akik jenis lainnya yang memiliki skala kekerasan yang lebih rendah dari 7, maka anda harus berpikir dua kali, karena jika batu ini beradu dengan batu lain yang memiliki kekerasan dibawah 7, maka akan memberikan goresan pada batu yang memiliki kekerasan yang lebih rendah. Harga dari Naga Sui ataupun Bloodtone ini relatif tinggi, dijual dengan harga 500 ribuan sampai 800 ribuan. Namun ada juga yang menjualnya sampai jutaan, hal itu diperngaruhi oleh dominasi warna hijau dan merah dari batu akik ini yang dapat memperlihatkan corak - corak tertentu sehingga memiliki nilai jual yang sangat amat mahal.

Itu dia sahabat penjelasan tentang khasiat batu bloodstone buat para pecinta batu akik mungkin tidak asing lagi dengan jenis batu yang satu ini bahkan buat sebagian orang batu ini mempunyai khasiat bagi pemiliknya tidak hal itu atas kehendak Allah SWT ya sahabat jangan musrik.
Bloodstone dalam bahasa Yunani disebut sebagai Heliotrope , yang lebih dikenal di indonesia dengan sebutan " Batu Darah" adalah merupakan jenis batu permata dari keluarga Jasper Chalcedony yang memiliki warna Dasar Hijau dan spot warna Kemerahan. Batu Bloodstone merupakan jenis Batu yang sangat digemari oleh umat kristiani, dimana dalam mitos terjadinya bloodstone adalah ketika Yesus Kristus Disalibkan di bukit golgota , Darah penyaliban mengalir melalui kaki Yesus Kristus dan menetes ke Batu Jasper Berwarna Hijau. Darisana lah asal usul terbentuknya Batu Darah atau Bloodstone ini dan Batu ini juga disebut Sebagai " Le Sang Du Christ " .


Khasiat Batu Bloodstone
Gambar batu bloodstone (sumber : google.com)

Batu Bloodstone yang berkualitas baik adalah yang memiliki Dasar hijau yang pekat dengan Percikan Warna Merah yang kontras di permukaannya, terkadang dibarengi dengan Warna Coklat atau kekuningan yang merupakan variasi warnanya. Umumnya batu ini Opaque atau tidak Tembus Cahaya, tetapi ada Kualitas Langka yang Translucent yang Tembus oleh Cahaya adalah sangat Berharga. Di Market sering terdapat salah Kaprah tentang Bloodstone , ada jenis yang dikatakan berwarna hitam dan apabila digoreskan ke piring putih maka akan meninggalkan jejak gores berwarna kemerahan, itu adalah Batu Hematite tepatnya bukanlah Bloodstone. Juga ada jenis Carnelian merah yang disebut Batu Darah adalah berbeda dengan Bloodstone yang sebenarnya dalam Gemology.

Khasiat batu bloodstone :

Bagi yang percaya, konon bloodstone ini digunakan untuk menghentikan pendarahan terutama mimisan. Bloodstone ini digunakan untuk sirkulasi dari seluruh energi di tubuh dan membantu untuk menghapus blok energi. Bloodstone digunakan dalam keselarasan semua pusat tubuh. Bahkan saat ini, ditumbuk halus bloodstone digunakan sebagai obat dan afrodisiak di India. Mungkin itu menjelaskan mengapa sekarang agak sulit untuk menemukan spesimen denda bloodstone di pasar.

Bloodstone atau batu nogo sui banyak ditemukan di India, Brazil, Australia, Amerika serikat. Dan di Indonesia batu ini hanya terdapat di daerah kaki Gunung Slamet, dan di sepanjang sungainya dahulu ditemukan banyak batu nogo sui yang berserakan. Karena pertambangan dan pengambilan batu ini yang dilakukan secara terus menerus, sehingga menyebabkan kelangkaan batu nogo sui.

Karena batu nogo sui adalah batu yang diyakini sebagai batu terpercik darah kristus ketika di salib, makanya Orang Prancis menamakan nogo sui dengan sebutan Le Shang Du Christ (batu darah kristus). Sehingga batu nogo sui dianggap sacral oleh orang-orang nasrani (Kristen). Orang Yunani menyebut batu ini dengan Heliotrope, dan sejak dulu digunakan sebagai penangkal kekuatan iblis. Bloodstone merupakan lambang akan kebenaran dan keadilan. Serta dikenal sebagai ‘batunya para pejuang’ karena biasanya dipakai sebagai acsesoris pada perisai, pedang, dan baju zirah.

Para pejuang dulu membawa kerikil bloodstone ketika akan berperang selain untuk meningkatkan keberanian tetapi juga sebagai penyembuhan terhadap luka yang ditimbulkan ketika perang. Ketika batu itu disentuhkan kepada luka, maka darang yang mengalir dari luka tersebut akan berhenti. Pada abad pertengahan, banyak orang memanfaatkan batu ini sebagai sarana penyembuhan. Mereka akan menumbuk bloodstone hingga menjadi bubuk halus. Kemudian dicampur dengan telur dan madu diminum, berkhasiat untuk menyembuhkan tumor. Dan membuat pasta dari tumbukan bloodstone untuk menyembuhkan pendarahan dengan menggosokkan pada luka.

Bloodstone dikenal juga dengan sebutan "Batunya Para Pejuang", hal ini disebabkan karena batu ini sering digunakan oleh pejuang sebagai aksesoris senjata ataupun pedang, baju zirah dan perisai. Dahulu kala para pejuang sering membawa kerikil - kerikil dari Bloodstone karena dipercaya memiliki manfaat ataupun khasiat efek penyembuhan yang cepat yang dapat membuat luka segera berhenti. Meranjak pada abad pertengahan, batu Bloodstone ini digunakan sebagai obat penyembuh kangker dengan cara menumbuk batu ini menjadi bubuk kemudian dicampurkan dengan berbagai macam bahan lainnya. Secara ilmiah batu Bloodstone atau Batu akik Naga Sui memiliki nama Heliotrope yang merupakan kelompok chalcedony (ryptocristalline antara kuarsa dan monoclynic polymorph moganite). Naga Sui yang terkenal memiliki warna hijau serta memiliki inklusi dari iron oxide jasper merah, sehingga Bloodstone ataupun Naga Sui ini adalah gabungan dari chalcedony hijau dengan jasper merah. Terkadang inclusi dari jasper itu sendiri tidak melulu berwarna merah, ada juga inclusi dari jasper tersebut yang memiliki warna kekuningan, cokelat, kelabu dan hitam.

Di Indonesia, batu ini terbentuk pada saat zaman miosen atas yaitu berkisar antara 5 - 10 juta tahun yang lalu, hal ini dapat diketahui berdasarkan umur absolute dari kandungan mineralnya sendiri. Batu Naga Sui ini memiliki kekerasan antara 7 - 7,5 skala mohs, cukup keras memang, maka dari itu jika anda ingin menyimpan batu ini dengan batu akik jenis lainnya yang memiliki skala kekerasan yang lebih rendah dari 7, maka anda harus berpikir dua kali, karena jika batu ini beradu dengan batu lain yang memiliki kekerasan dibawah 7, maka akan memberikan goresan pada batu yang memiliki kekerasan yang lebih rendah. Harga dari Naga Sui ataupun Bloodtone ini relatif tinggi, dijual dengan harga 500 ribuan sampai 800 ribuan. Namun ada juga yang menjualnya sampai jutaan, hal itu diperngaruhi oleh dominasi warna hijau dan merah dari batu akik ini yang dapat memperlihatkan corak - corak tertentu sehingga memiliki nilai jual yang sangat amat mahal.

Itu dia sahabat penjelasan tentang khasiat batu bloodstone buat para pecinta batu akik mungkin tidak asing lagi dengan jenis batu yang satu ini bahkan buat sebagian orang batu ini mempunyai khasiat bagi pemiliknya tidak hal itu atas kehendak Allah SWT ya sahabat jangan musrik. Download PDF
SeeCloseComments