Sejarah dan Asal-Usul Batu Akik Hajar Aswad

Baca Cepat [Tampilkan]
Batu akik hajar aswad memang sangan fenomena dan penuh sejarah tentang islam di zaman dulu buat zaman kita sekarang batu akik tetaplah batu akik dan tidak ada apa-apanya tanpa izin Allah SWT, tetapi buat sebagian orang dipercayai mempunyai khasiat yang terkandung didalamnya.



Batu Hajar Aswad
Gambar batu hajar aswad (sumber : google.com)
Ini hanya sejarah nama hajar aswad di zaman dahulu dan sekarang ada batu akik yang dinamakan batu hajar aswad yang sangat rame dibicarakan. Batu akik memang banyak sekali nama dan jenisnya itu semua disebabkan oleh si pemiliknya yang memberikan nama asal aja tetapi menjadi trend dan tenar.

Batu akik sekarang sedang buming dan dijadikan hiasan semata ya sahabat dan sering dijadikan bisnis jual beli oleh para kolektor batu karena harganya sangat mahal apalagi batu akik yang aneh bisa mahal sekali harganya. kali ini saya akan menjelaskan tentang sejarah batu hajar aswad semoga infonya bermanfaat buat anda.

Hajar Aswad dahulu berbentuk satu bongkahan, namun setelah terjadinya penjarahan yang terjadi pada tahun 317H, pada masa pemerintahan al Qahir Billah Muhammad bin al Mu’tadhid dengan cara mencongkel dari tempatnya, Hajar Aswad kini menjadi delapan bongkahan kecil. Batu yang berwarna hitam ini berada di sisi selatan Ka’bah.

Adalah Abu Thahir, Sulaiman bin Abu Said al Husain al Janabi, tokoh golongan Qaramithah pada masanya, telah menggegerkan dunia Islam dengan melakukan kerusakan dan peperangan terhadap kaum Muslimin. Kota yang suci, Mekah dan Masjidil Haram tidak luput dari kejahatannya. Dia dan pengikutnya melakukan pembunuhan, perampokan dan merusak rumah-rumah. Bila terdengar namanya, orang-orang akan berusaha lari untuk menyelamatkan diri [Al Bidayah wan Nihayah, 11/187].

Kisahnya, pada musim haji tahun 317H tersebut, rombongan haji dari Irak pimpinan Manshur ad Dailami bertolak menuju Mekah dan sampai dalam keadaan selamat. Namun, tiba-tiba pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzul Hijjah), orang-orang Qaramithah (salah satu sekte Syiah Isma’iliyah) melakukan huru-hara di tanah Haram. Mereka merampok harta-harta jamaah haji dan menghalalkan untuk memeranginya. Banyak jamaah haji yang menjadi korban, bahkan, meskipun berada di dekat Ka’bah.

Sementara itu, pimpinan orang-orang Qaramithah ini, yaitu Abu Thahir –semoga mendapatkan balasan yang sepadan dari Allah– berdiri di pintu Ka’bah dengan pengawalan, menyaksikan pedang-pedang pengikutnya merajalela, menyudahi nyawa-nyawa manusia. Dengan congkaknya ia berkata : “Saya adalah Allah. Saya bersama Allah. Sayalah yang menciptakan makhluk-makhluk. Dan sayalah yang akan membinasakan mereka”.

Massa berlarian menyelamatkan diri. Sebagian berpegangan dengan kelambu Ka’bah. Namun, mereka tetap menjadi korban, pedang-pedang kaum Syi’ah Qaramithah ini menebasnya. Begitu juga, orang-orang yang sedang thawaf, tidak luput dari pedang-pedang mereka, termasuk di dalamnya sebagian ahli hadits.

Usai menuntaskan kejahatannya yang tidak terkira terhadap para jamaah haji, Abu Thahir memerintahkan pasukan untuk mengubur jasad-jasad korban keganasannya tersebut ke dalam sumur Zam Zam. Sebagian lainnya, di kubur di tanah Haram dan di lokasi Masjidil Haram.

Kubah sumur Zam Zam ia hancurkan. Dia juga memerintahkan agar pintu Ka’bah dicopot dan melepas kiswahnya. Selanjutnya, ia merobek-robeknya di hadapan para pengikutnya. Dia meminta kepada salah seorang pengikutnya untuk naik ke atas Ka’bah dan mencabut talang Ka’bah. Namun tiba-tiba, orang tersebut terjatuh dan mati seketika. Abu Thahir pun mengurungkan niatnya untuk mengambil talang Ka’bah. Kemudian, ia memerintahkan untuk mencongkel Hajar Aswad dari tempatnya. Seorang lelaki memukul dan mencongkelnya.

Demikian saya jelaskan tentang sejarah batu hajar aswad yang sangat fenomena dan lekat sekali tentang umat muslim di zaman dahulu namun sekarang ada batu akik yang namanya hajar aswad dan itu dijadikan hiasan semata dan jual beli batu akik doang sahabat.
Batu akik hajar aswad memang sangan fenomena dan penuh sejarah tentang islam di zaman dulu buat zaman kita sekarang batu akik tetaplah batu akik dan tidak ada apa-apanya tanpa izin Allah SWT, tetapi buat sebagian orang dipercayai mempunyai khasiat yang terkandung didalamnya.



Batu Hajar Aswad
Gambar batu hajar aswad (sumber : google.com)
Ini hanya sejarah nama hajar aswad di zaman dahulu dan sekarang ada batu akik yang dinamakan batu hajar aswad yang sangat rame dibicarakan. Batu akik memang banyak sekali nama dan jenisnya itu semua disebabkan oleh si pemiliknya yang memberikan nama asal aja tetapi menjadi trend dan tenar.

Batu akik sekarang sedang buming dan dijadikan hiasan semata ya sahabat dan sering dijadikan bisnis jual beli oleh para kolektor batu karena harganya sangat mahal apalagi batu akik yang aneh bisa mahal sekali harganya. kali ini saya akan menjelaskan tentang sejarah batu hajar aswad semoga infonya bermanfaat buat anda.

Hajar Aswad dahulu berbentuk satu bongkahan, namun setelah terjadinya penjarahan yang terjadi pada tahun 317H, pada masa pemerintahan al Qahir Billah Muhammad bin al Mu’tadhid dengan cara mencongkel dari tempatnya, Hajar Aswad kini menjadi delapan bongkahan kecil. Batu yang berwarna hitam ini berada di sisi selatan Ka’bah.

Adalah Abu Thahir, Sulaiman bin Abu Said al Husain al Janabi, tokoh golongan Qaramithah pada masanya, telah menggegerkan dunia Islam dengan melakukan kerusakan dan peperangan terhadap kaum Muslimin. Kota yang suci, Mekah dan Masjidil Haram tidak luput dari kejahatannya. Dia dan pengikutnya melakukan pembunuhan, perampokan dan merusak rumah-rumah. Bila terdengar namanya, orang-orang akan berusaha lari untuk menyelamatkan diri [Al Bidayah wan Nihayah, 11/187].

Kisahnya, pada musim haji tahun 317H tersebut, rombongan haji dari Irak pimpinan Manshur ad Dailami bertolak menuju Mekah dan sampai dalam keadaan selamat. Namun, tiba-tiba pada hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzul Hijjah), orang-orang Qaramithah (salah satu sekte Syiah Isma’iliyah) melakukan huru-hara di tanah Haram. Mereka merampok harta-harta jamaah haji dan menghalalkan untuk memeranginya. Banyak jamaah haji yang menjadi korban, bahkan, meskipun berada di dekat Ka’bah.

Sementara itu, pimpinan orang-orang Qaramithah ini, yaitu Abu Thahir –semoga mendapatkan balasan yang sepadan dari Allah– berdiri di pintu Ka’bah dengan pengawalan, menyaksikan pedang-pedang pengikutnya merajalela, menyudahi nyawa-nyawa manusia. Dengan congkaknya ia berkata : “Saya adalah Allah. Saya bersama Allah. Sayalah yang menciptakan makhluk-makhluk. Dan sayalah yang akan membinasakan mereka”.

Massa berlarian menyelamatkan diri. Sebagian berpegangan dengan kelambu Ka’bah. Namun, mereka tetap menjadi korban, pedang-pedang kaum Syi’ah Qaramithah ini menebasnya. Begitu juga, orang-orang yang sedang thawaf, tidak luput dari pedang-pedang mereka, termasuk di dalamnya sebagian ahli hadits.

Usai menuntaskan kejahatannya yang tidak terkira terhadap para jamaah haji, Abu Thahir memerintahkan pasukan untuk mengubur jasad-jasad korban keganasannya tersebut ke dalam sumur Zam Zam. Sebagian lainnya, di kubur di tanah Haram dan di lokasi Masjidil Haram.

Kubah sumur Zam Zam ia hancurkan. Dia juga memerintahkan agar pintu Ka’bah dicopot dan melepas kiswahnya. Selanjutnya, ia merobek-robeknya di hadapan para pengikutnya. Dia meminta kepada salah seorang pengikutnya untuk naik ke atas Ka’bah dan mencabut talang Ka’bah. Namun tiba-tiba, orang tersebut terjatuh dan mati seketika. Abu Thahir pun mengurungkan niatnya untuk mengambil talang Ka’bah. Kemudian, ia memerintahkan untuk mencongkel Hajar Aswad dari tempatnya. Seorang lelaki memukul dan mencongkelnya.

Demikian saya jelaskan tentang sejarah batu hajar aswad yang sangat fenomena dan lekat sekali tentang umat muslim di zaman dahulu namun sekarang ada batu akik yang namanya hajar aswad dan itu dijadikan hiasan semata dan jual beli batu akik doang sahabat. Download PDF
SeeCloseComments